
Kota Banda Aceh, adalah ibu kota dari provinsi Aceh, dimana salah satu kota indah yang mulai berkembang di Indonesia. Tetapi tidak bisa dipungkiri, dibalik kemewahan yang ada diseputaran kota tersebut, masih banyak orang-orang yang hidup dibawah garis kemiskinan. Salah satunya yang dialami oleh seorang janda paruh baya yang hidup di pinggiran sungai desa lamgugop. Sebut saja nama beliau adalah Suryani (nama samaran). beliau hidup diatas lahan pinggiran sungai (dibelakang warung makan) dengan kondisi kurang layak untuk dihuni. dimana sanitasi di tempat tersebut bisa dikatakan tidak layak.
Ibu Suryani yang sudah ditinggalkan suaminya sejak 7 tahun silam dikesehariannya adalah bekerja sebagai penjual pulot (makanan khas Aceh yang dipadukan dengan durian) dengan tujuan bisa menopang kehidupan untuk dirinya dan ke 5 anaknya di ibu kota provinsi Aceh tersebut. Anak-anak ibu Suryani yang paling tua berumur 14 tahun yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama juga membantu menunjang perekonomian keluarganya. Sedangkan ke 4 anaknya yang lain tidak bersekolah. mereka juag membantu ibunya mencari nafkah. Anak bungsu ibu suryani sendiri masih berumur 6 tahun, yang seharusnya bisa menikmati masa-masa bermainnya di taman bermain anak-anak.
Pendapatan ibu Suryani per harinya berjumlah Rp.2500 - 5000 saja. masih sangat minim untuk menopang kehidupan keluarganya. Beruntung setiap harinya ada dermawan (warung dekat rumah ibu tersebut) yang mau memberikan kepada keluarganya setiap hari 2 kali jatah makanan. setiap harinya warumg tersebut memberikan 6 bungkus makanan untuk beliau. 3 bungkus diwaktu siang, dan 3 bungkus diwaktu malam. Kondisi ini memaksakan keluarga tersebut mau tidak mau harus bisa saling berbagi dalam keterbatasan. Bagi ibu Suryani hal ini sudahlah rahmat Allah yang tidak terduga. Ibu itu juga mengatakan "Pertolongan Allah pasti ada dimanapun kita tinggal, asal kita berusaha saja" tutur ibu tersebut.
Bank Dunia mendefinisikan
Kemiskinan absolut sebagai hidup dengan pendapatan dibawah USD $1/hari dan
Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dengan batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $2/hari." Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam Kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001. Melihat pada periode 1981-2001, persentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi , nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut.
Sudah saatnya kita bersama-sama untuk saling bantu membantu dalam membangun perekonomian mikro yang mana nantinya bisa berpengaruh dalam skala agregat makro. salah satunya adalah dengan mengentaskan kemiskinan. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama.
 |
| Tampak Depan |
 |
| Tampak Samping Kanan |
 |
| MCK |
 |
| Tampak Kiri |